Rabu, 19 Juni 2013

PENGARUH GAYA KEPEMIMPINAN,UPAH, DAN MOTIVASI TERHADAP PRODUKTIVITAS KERJA KARYAWAN PT KHONG GUAN BISCUIT



BAB 1
PENDAHULUAN
                                                                                      
1.1  Latar Belakang
Pada zaman sekarang organisasi-organisasi semakin bermunculan dan berkembang pesat di Indonesia. Dengan munculnya organisasi-organisasi baru maka banyak organisasi yang mencari tenaga tenaga kerja atau pegawai baru yang berkompeten, karena pegawai yang berkompeten merupakan asset penting yang wajib dimiliki dan dijaga bagi suatu organisasi untuk mencapai tujuan. Salah satu upaya untuk mencapai tujuan yaitu, meningkatkan produktivitas kerja karyawan, dengan praktek kepemimpinan atau gaya kepemimpinan yang handal dan motivasi berprestasi yang tinggi dan terarah.
Setiap pemimpin pada dasarnya memiliki perilaku yang berbeda dalam memimpin para pengawainya, perbedaan perilaku para pemimpin disebut dengan gaya kepemimpinan. Kepemimpinan mempunyai hubungan yang sangat erat dengan motivasi, karena keberhasilan seorang pemimpin dalam menggerakkan pegawainya dalam mencapai tujuan yang telah ditetapkan, sangat tergantung kepada kewibawaan pemimpinnya, kemampuan pemimpin dalam menciptakan motivasi terhadap pegawainya, dan menciptakan motivasi terhadap kolega maupun atasan pemimpin itu sendiri.
Kurang adanya peranan pimpinan dalam menciptakan komunikasi yang harmonis dan memberikan pembinaan terhadap pegawai, akan menyebabkan tingkat kinerja pegawai yang rendah. Demikian halnya dengan kurangnya motivasi pegawai untuk masuk kerja dan sikap malas-malasan pegawai dalam bekerja, yang akan menyebabkan kinerja pegawai rendah. Tingkat kinerja yang belum optimal disebabkan karena kurangnya motivasi yang diberikan oleh pemimpin. Motivasi yang jarang diberikan oleh pemimpin menyebabkan semangat pegawai rendah, dan berakibat menurunkan produktivitas kerja karyawan.
Peningkatan produktitas karyawan dari suatu perusahaan merupakan salah satu tujuan utama.Untuk  mencapai keberhasilan dari peningkatan produktivitas karyawan di dalam suatu perusahaan , maka harus mempunyai system kerja yang baik  antara manajer dan karyawan. Untuk dapat mendukung kelancaran di dalam suatu perusahaan diperlukan karyawan yang mempunyai kemampuan yang sesuai dengan kondisi pekerjaannya. Agar karyawan dapat melaksanakan pekerjaannya dengan baik, maka kemampuan atau kecakapan yang dimilikinya harus dibisa di apresiasikan.
Mengingat peranan manusia dalam organisasi sangat penting maka perlu adanya kerja sama yang baik dalam melaksanakan suatu tujuan perusahaan. Oleh karena itu setiap perusahaan pasti mempunyai strategi terhadap karyawan- karyawannya untuk bekerja sama agar dapat menciptakan suasana yang baik di dalam suatu perusahaan. Jika suasana di dalam perusahaan tersebut baik maka karyawan akan nyaman dalam menjalankan tugasnya. Berapapun baiknya rencana yang dibuat oleh manajer, tanpa didukung oleh karyawan dalam melaksanakan pekerjaan, maka tujuan yang hendak dicapai tidak akan tercapai. Seorang karyawan mungkin menjalankan pekerjaan yang dibebankan kepadanya dengan baik mungkin pula tidak.Kalau bawahan telah menjalankan tugas yang diberikan kepadanya dengan baik, ini adalah yang kita inginkan.Tetapi kalau tugas yang dibebankan tidak terlaksanakan dengan baik, maka kita perlu mengetahui sebab-sebabnya.

Agar karyawan mau bekerja giat dengan semangat kerja yang tinggi, sehingga dapat meningkatkan produktivitas perusahaan maka diperlukan sesuatu yang dapat memotivasi para karyawannya, yaitu salah satunya dengan  memperhatikan upah atau gaji yang sesuai dengan standar UMR, memberikan tunjangan,asuransi kecelakaan dan intensif bagi karyawannya. Apabila upah atau gaji serta tunjangan dan lain-lainya diabaikan oleh perusahaan, maka akan menimbulkan berbagai masalah bagi perusahaan. Karena factor tersebut akan mengakibatkan karyawan menjadi malas bekerja, melakukan mogok makan, melakukan demo atau keluar dari perusahaan tersebut dan lebih memilih pindah keperusahaan lainnya yang lebih menjamin kesejahteraan para karyawannya. Tetapi sebaliknya apabila perusahaan mempunyai upah atau gaji serta memperhatikan kesejahteraan karyawannya maka hal itu dapat memotivasik mereka untuk dapat meningkatkan produktivitas kerja karyawan.

1.2  Perumusan masalah
Adapun rumusan masalah sebagai berikut:
1.      Apakah terdapat pengaruh positif dan signifikan antara gaya kepimpinan terhadap produktivitas kerja karyawan?
2.      Apakah terdapat pengaruh positif dan signifikan antara gaya kepemimpinan terhadap motivasi kerja karyawan?
3.      Apakah terdapat pengaruh gaya kepimpina, upah, dan motivasi kerja terhadap produktivitas kerja karyawan..
                                                        
1.3  Batasan masalah

Berdasarkan penjelasan diatas, peneliti hanya membahas tentang pengaruh  gaya kepimpinan, upah dan motivasi kerja terhadap produktivitas kerja karyawan  di PT Khong guan biscuit.Karena adanya keterbatasan dalam penelitian ini, maka peneliti menggunakan data primer dan menyebarkan kuisioner kepada para karyawan di PT Khong Guan Biscuit.

1.4  Tujuan penelitian
Dalama penulisan jurnal ini, penulis bertujuan ;
1.      Untuk mengetahui pengaruh adanya gaya kepemimpinan dalam menghadapi sikap karyawan terhadap produktivitas kerja karyawannya agar tercipta kondisi  yang baik antara pimpinan kepada bawahannya.
2.      Untuk mengetahui pengaruh gaya kepemimpinan dalam menghadapi sikap karyawan terhadap motivasi kerja karyawannya agar semangat kerja mereka lebih tinggi sehingga dapat meningkatkan produktivitas kerja di perusahaan. Untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam membina dan membimbing kepada para karyawannya agar dapat bekerja sesuai dengan apa yang direncanakan perusahaan.
3.      Untuk mengetahui pengaruh gaya kepimpinan diperusahaan dalam menghadapi sikap karyawan terhadap upah dan motivasi kerja karyawan selalu diperhatikan oleh pimpinan. Sehingga para karyawan merasa bahwa pimpinan peduli terhadap kesejahteraan mereka di perusahaan.


1.5    Manfaat penelitian
Manfaat yang diharapkan dalam penelitian ini adalah, agar menambah wawasan atau pengetahuan penulis tentang faktor-faktor yang mempengaruhi gaya kepemimpinan , upah dan motivasi kerja terhadap produktivitas kerja karyawan.

1.6   Metode penelitian

 Dalam melakukan penelitian ini, peneliti mengambil informasi yang dibutuhkan   dalam penelitian berdasarkan adanya ketersediaan dari salah satu karwayan untuk memberikan informasinya mengenai kondisi perusahaan terhadap produktivitas kerja.


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar